Selasa, 23 Juli 2013

Akting Gadis 15 Tahun yang Menyebabkan Amerika Menyerang Iraq

[center][imagetag]
Air Mata Nayirah
dikenal juga sebagai The Kuwaiti Incubator Baby Hoax[center]

Bulan Agustus 1990, Irak mengerahkan kekuatan militernya untuk menggempur Kuwait. Saddam Hussein menuduh Kuwait melakukan pemboran minyak ke wilayah negaranya.

Tanggal 10 Oktober 1990, seluruh dunia berpaling pada seorang gadis berusia lima belas tahun bernama Nayirah. Ia menangis saat berbicara mengenai kejahatan yang dilakukan tentara Irak.

Nayirah menyaksikan pembunuhan lebih dari 300 bayi di rumah sakit di Kuwait. Pidato dramatisnya di ABC's Nightline dan NBC Nightly News menyentuh hati jutaan pemirsa dan berhasil menggalang dukungan luar biasa bagi keterlibatan Amerika dalam konflik ini. Maka pecahlah Perang Teluk.

Irak remuk digempur oleh negara-negara sekutu pimpinan Amerika.

Ketika perang selesai, seseorang mengamati lebih dekat siapakah Nayirah. Jelas, gadis yang menangis di depan jutaan pemirsa adalah putri Sheikh Saud Nasser Al-Saud Al-Sabah, Duta Besar Kuwait untuk Amerika Serikat dan termasuk anggota keluarga kerajaan.

Nayirah ternyata sudah belajar akting di Hill & Knowlton. Boss perusahaan itu menandatangani kontrak 111 milyar dengan keluarga kerajaan Kuwait. Tugasnya sederhana, Nayirah harus bisa berakting membujuk militer Amerika untuk mengambil tindakan terhadap Irak dengan uraian air matanya.
Nayirah telah berbohong.


Spoiler for utube:



Source 1
Source 2


Quote:Iraqis are beating people, bombing and shooting. They are taking all hospital equipment, babies out of incubators . Life-support systems are turned off. . . . They are even removing traffic lights. The Iraqis are beating Kuwaitis, torturing them, knifing them, beating them, cutting their ears off if they are caught resisting or are with the Kuwaiti army or police.

�Evacuee's description as reported in St. Louis Post-Dispatch




By Chika Imut

0 komentar: