Kamis, 20 Juni 2013

Prananda Prabowo, Penerus Trah Presiden Soekarno




Politisi PDIP, Joko Widodo memuji sosok putera Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Mohammad Prananda Prabowo yang namanya sempat mencuat akan meneruskan posisi ibunya sebagai Ketua Umum. Tapi belum jelas, pendidikan terakhir Prananda (Nanan atau Uweng) di mana? Ada yang menyebutnya sempat belajar di UI, UBK atau Australia untuk beberapa waktu, meski tidak selesai. Benarkah itu? Nanan atau Bung Karno kecil itu, harus terbuka, termasuk pendidikan tinggi terakhirnya. Selesai atau tak selesai? Tidak apa-apa. Dan yang jelas rakyat perlu tahu, pendidikan terakhir Nanan itu di fakultas apa. Watak kerakyatannya sudah teruji, dia tak feodal dan ramah kepada siapapun. RIMA pernah mendapat kabar, Prananda Prabowo atau Mas Nanan itu, sempat belajar di Australia.
"Pribadi yang pendiam, tapi masalah pengorganisasiannya detail dan kuat," ujar Joko Widodo di Balaikota, Jakarta, Rabu (19/6/2013).

Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi ini mengatakan, sosok Prananda Prabowo juga meski pendiam, namun memiliki sifat yang ramah dan terbuka kepada siapapun.

"Beliau orang yang paling menonjol, dekat dengan siapapun, khususnya rakyat. Tidak suka membeda-bedakan," ucap Jokowi.Memang ada kesan misterius sosok M Prananda Prabowo yang menimbulkan pertanyaan bagi publik. Pasalnya, putra kedua Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang masuk ke dalam jajaran pengurus pusat PDI-P 2010-2015, sangat pendiam..


Prananda juga kerap menolak sejumlah permintaan wawancara dengan media sehingga identitasnya hanya diketahui dari orang-orang terdekatnya saja, termasuk Puti Guntur Soekarnoputri, yang juga disebut-sebut akan menduduki posisi strategis di DPP.

Bagaimana sosok Nanan, panggilan Prananda, bagi Puti? "Mas Nanan itu, ketika mendapatkan tugas, dia serius mengerjakan tugas itu dan orangnya detail," kata Puti di sela jeda paripurna Kongres III PDI-P di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Kamis (8/4/2010).

Dengan sifat yang seperti ini, lanjut Puti, Nanan memang cocok membidani bidang komputer dan teknologi informasi yang memang selama ini diurusnya. Namun, Puti menolak kalau Nanan dikatakan kurang gaul karena tidak mau disapa media. "Saya selalu bergaul dengan dia. Tugas dia kan memang di depan website, di depan komputer," tambahnya.

Tak bisa disalahkan, kata Puti, kalau Nanan sangat serius dan menyenangi segala sesuatu yang berkaitan dengan TI. Beda dengan Puan yang memang senang berorganisasi. Di kongres ini, Nanan juga aktif di belakang layar.

Bagi Puti, yang terpenting adalah bagaimana menyukseskan kongres ini melalui peran masing-masing. "Jadi biasa saja, enggak ada apa-apa. Kami dari kecil sampai besar itu selalu bersama, bersekolah bersama, bermain juga bersama, rumah kami dekat," tandasnya.

Politisi PDIP, Joko Widodo memuji sosok putera Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Prananda Prabowo yang namanya sempat mencuat akan meneruskan posisi ibunya sebagai Ketua Umum.

"Pribadi yang pendiam, tapi masalah pengorganisasiannya detail dan kuat," ujar Joko Widodo di Balaikota, Jakarta, Rabu (19/6/2013).

Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi ini mengatakan, sosok Prananda Prabowo juga meski pendiam, namun memiliki sifat yang ramah dan terbuka kepada siapapun.

"Beliau orang yang paling menonjol, dekat dengan siapapun, khususnya rakyat. Tidak suka membeda-bedakan," ucap Jokowi.Nama Muhammad Prananda Prabowo, putra kedua Megawati Soekarnoputri dari suami pertama (alm) Letnan Satu Penerbang Sirindro Supjarso, menarik perhatian Gubernur DKI Joko Widodo. Kepada wartawan di Gedung Balaikota, Jakarta, Rabu (19/6/2013) siang, orang nomor satu di Ibu Kota tersebut mengungkapkan pendapatnya atas sosok pria yang akrab disapa Nanan itu.

Menurut Jokowi, Nanan memiliki potensi besar sebagai regenerasi pimpinan PDI Perjuangan. "Menurut saya, dia punya kemampuan besar. Bu Ketum bertanya kepada saya, menurut saya dia punya potensi," ujar Jokowi.

Dari sisi pribadi, mantan Wali Kota Surakarta itu mengatakan, Nanan merupakan sosok pendiam. Namun, di balik sisi pendiamnya, Nanan yang lahir 23 April 1970, dinilai mampu menguasai bidang Informasi Teknologi atau IT dengan sangat baik.

"Cara pengorganisasiannya detail, orangnya tak menonjol, dekat dengan siapa pun. Ke rakyat juga tidak beda-bedain, ya potensilah," tutur Jokowi.

Namun, saat ditanya apakah ada kemungkinan ia dipasangkan dengan Nanan dalam Pilpres 2014, lagi-lagi ia enggan berkomentar. Hingga detik ini, Jokowi tidak memikirkannya dan menyerahkan karier politik kepada pimpinan partai. Ia fokus pada masalah-masalah yang ada di DKI Jakarta.

"Tanyakan ke Ibu Ketum. Saya enggak mikir yang sana, saya mikir DKI. Di kongres, itu mandatnya diberikan Ibu Mega yang tentukan," tuturnya.

Muhammad Prananda Prabowo dianggap sebagai salah satu pewaris trah Soekarno oleh kaum Marhaen. Bahkan, ia pernah didaulat sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan menggantikan sang ibunda, Megawati Soekarnoputri. Kini, Nanan menempati posisi sebagai Kepala Ruang Pengendali dan Analisis Situasi DPP PDI Perjuangan.

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri memiliki perhatian yang lebih pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali.

Bahkan, Wakil Sekjen PDIP Hasto Kristianto di Kantor DPD PDIP Bali di Jalan Moncong Putih Denpasar, Selasa (14/5), memastikan Megawati telah menugaskan putra keduanya, Prananda Prabowo, untuk mengamati proses pilgub.

"Ibu Megawati menugaskan Prananda Prabowo (putra kedua Megawati) untuk memantau terus," tuturnya.

Lalu, siapakah Prananda? Prananda adalah putra kedua Megawati dengan suami pertamanya, Lettu Penerbang Surindro Supjarso. Putra pertama Megawati dengan Surindro adalah Mohammad Rizki Pratama.Ketika Megawati sedang mengandung Prananda, Surindro mengalami kecelakaan pesawat. Pesawat Skyvan T-701 yang dikendalikannya terempas di laut sekitar perairan Pulau Biak, Irian Jaya, pada 1970. Dalam insiden itu, jasad Lettu Penerbang Surindro Supjarso beserta tujuh orang awak pesawat tidak didapat. Hanya tersisa serpihan puing bangkai pesawat berserakan di laut sekitar perairan tersebut.

Lalu, Megawati mendapatkan seorang putri dari pernikahannya dengan Taufiq Kiemas yang dinamai Puan Maharani.

Muhammad Prananda Prabowo, itulah nama lengkap dari anak kedua Megawati Soekarnoputri dari suami pertama, Lettu Penerbang Surindro Suprijarso. Mega memiliki 2 anak saat menikah dengan Surindro. Anak pertama pasangan yang dijodohkan Soekarno ini adalah Mohamad Rizki Pratama.

Sosok Nanan, sapaan akrab Prananda, memang tiba-tiba muncul menjelang pelaksanaan kongres III PDIP di Bali. Nama itu muncul karena para loyalis Megawati gerah dengan adanya isu sejumlah elit PDIP ingin membawa partai yang selama ini bersikap oposisi menjadi koalisi.

Nama Nanan muncul karena keturunan Mega yang digadang-gadang akan menjadi penerus tahta di PDIP, Puan Maharani, dianggap tidak lagi satu visi dengan Mega soal pilihan mempertahankan sikap oposisi PDIP. Karena itulah, Nanan yang selama ini sibuk dengan aktivitas mendampingi ibunya dan bergelut dengan buku-buku Bung Karno lalu dianggap sebagai solusi atas alternatif penerus Mega selain Puan.

SOPIR BAGI SANG IBU

Sopir itu kerap mengantar tuannya ke Lenteng Agung. Juga ke Cipanas di akhir pekan. Di Cipanas Jawa Barat itu sang tuan bisa tinggal berhari-hari. Baru pulang ke Jakarta di awal minggu. Mengantar sang tuan ke sana kemari, dia menyetir Mobil Toyota Alphard.

Badannya tegap. Staminanya tergolong luar biasa. Tidak banyak yang tahu siapa nama lengkapnya. Orang-orang kerap memanggil dengan nama yang unik, Uweng. Ada juga yang memanggilnya dengan nama yang terkesan nama kanak-kanak, Nanan. Padahal usia sudah separuh. Umurnya kini 40 tahun.

Tapi Uweng bukan sopir sembarangan. Otaknya encer. Dan dia paham betul ajaran Bung Karno, presiden pertama Indonesia yang sohor dengan pidatonya yang gegap gempita itu. Dua pekan terakhir, nama sang sopir misterius ini melejit di kancah PDI Perjuangan. Khayalak ramai, bahkan orang-orang di kandang Banteng, tercengang.

Terkejut, karena tidak banyak yang tahu bahwa pria yang kerap mengantar Megawati ke kantor PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, itu adalah Mohamad Prananda Prabowo, putra kandung sang Ketua Umum.

Berbeda dengan Puan Maharani, sepak terjang Prananda di dunia politik belum teruji dan terbukti. Namun, menjelang kongres Partai PDI Perjuangan pada awal April di Bali, namanya mendadak melesat.

Prananda tiba-tiba saja menjadi salah satu calon kuat wakil ketua umum partai. Ini adalah posisi baru di struktur partai yang akan dibentuk guna menampung proses regenerasi. Prananda bakal bersaing dengan calon kuat lain yang sudah lebih dikenal publik, Puan Maharani, adiknya sendiri dari ayah yang lain.

Banyak orang bertanya-tanya mengapa orang yang tidak begitu dikenal ini tiba-tiba saja meloncat tinggi menjadi calon orang kedua, mengancam posisi Puan yang sudah digadang-gadang selama ini.

Sejumlah kader partai itu menuturkan bahwa mencuatnya nama Prananda disebabkan kian meruncingnya kubu pro koalisi dan pro oposisi. Kubu pro koalisi menghendaki PDIP bergabung dengan Demokrat di pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Kubu pro oposisi sebaliknya.

Mereka yang pro oposisi menilai Puan sebagai sosok yang fleksibel tapi pragmatis dan bersemangat untuk berkoalisi dengan pemerintahan SBY. Kelompok pro oposisi menilai perlu ada penyeimbang untuk ini. Mesin penggerak kelompok ini adalah Cepi Budi Muliawan, anggota Badan Pemenangan Pemilu Pusat PDIP. Dan sosok si penyeimbang itu yang dinilai paling pas adalah Mohamad Prananda.

Prananda adalah anak kedua Megawati Soekarnoputri dari suami pertama, Lettu Penerbang Surindro Suprijarso, sebelum menikah dengan Taufiq Kiemas. Anak pertama pasangan Megawati - Surindro adalah Mohamad Rizki Pratama.

Surindro meninggal karena kecelakaan ketika menerbangkan pesawat Skyvan T-701 di perairan Biak, Irian Jaya, pada 22 Januari 1970. Saat peristiwa nahas terjadi, Megawati tengah mengandung putra kedua yang setelah lahir diberi nama Mohamad Prananda Prabowo. Ia kemudian biasa dipanggil Nanan atau Uweng.

Kejadian inilah yang membuat Megawati dikenal memiliki kedekatan khusus dengan Prananda. Banyak orang di PDIP yang memiliki cerita soal kedekatan Nanan dengan ibunya. Menurut anggota DPR dari PDIP Eva Kusuma Sundari, Nanan adalah figur penting di balik layar Megawati. Dia teman Mega bertukar gagasan.

Nanan kerap mendampingi ke mana ibunya pergi. Ia sering menjadi sopir sang ibu. Nanan juga menemani sang ibu saat memutuskan menyepi di Cipanas, Jawa Barat, ketika sedang panas-panasnya tarik-ulur untuk berkoalisi atau beroposisi dengan SBY.

Di kalangan kader PDIP, kendati dikenal sopan dan menghormati orang tua, Nanan memiliki watak mirip ibunya soal memegang teguh ajaran Bung Karno. Karena itu, kubu pro oposisi berpendapat bahwa pria berusia 40 tahun ini lebih sesuai untuk memimpin PDIP. "Prananda adalah cucu Bung Karno sejati," ujar Cepi.

Saking kuatnya ideologi Soekarno yang tertanam dibenaknya, sampai-sampai ia dijuluki 'Kamus Berjalan Bung Karno.' Ia bahkan membangun satu situs khusus yang lengkap mengenai ideologi dan berbagai pemikiran kakeknya tersebut. Situs tersebut berjudul "Genta Suara Revolusi" yang beralamat di www.gentasuararevolusi.com.

Persoalannya, beda dengan Puan, Prananda memang nyaris tidak pernah tampil ke muka publik. Wartawan VIVAnews sudah berupaya keras mewawancarainya, namun cucu Soekarno ini selalu menampik. Ia masih malu-malu tampil ke muka publik.

Megawati sendiri sudah mengenalkan Prananda ke publik. "Prananda anak saya, Puan juga anak saya. Ada banyak lagi anak-anak muda yang punya potensi," ujar Mega seusai membuka Konferensi Daerah PDIP DKI Jakarta di Ancol akhir Maret lalu. Namun, Mega meyakini kedua anaknya kelak akan menjadi pemimpin partai.

Sejumlah kalangan di PDIP Perjuangan menilai bahwa Prananda adalah pemimpin masa depan partai. Buat yang suka klenik, posisi anak kedua dalam trah Soekarno punya posisi unik. Soekarno adalah anak kedua dari dua bersaudara. Megawati adalah putri kedua dari lima bersaudara. Dan Prananda juga anak kedua dari dua bersaudara. Akankah Prananda menjadi pewaris tahta generasi penerus Soekarno?

Fungsionaris PDIP, Eva Kusuma Sundari beranggapan Puan dan Prananda tidak harus bersaing satu sama lain. PDIP akan memberikan waktu kepada keduanya mengembangkan diri hingga 2015. Bahkan, keduanya punya kesempatan membuktikan diri, sekaligus saling membantu satu sama lain.

Eva mencontohkan fenomena Dinasti Gandhi di India. Di sana, kakak-beradik Priyanka dan Rahul Gandhi yang merupakan putra-putri Sonia dan Rajiv Gandhi – politisi ternama Dinasti Gandhi, saling bahu-membahu dalam memenangkan partai di pemilu. "Jadi, memang tidak perlu berseteru."

BIARLAH WAKTU YANG BERBICARA


Kakak Puan Maharani ini sangat jarang tampil di depan publik. Tidak heran banyak kalangan yang tidak mengenal namanya. Dibandingkan Puan Maharani, yang sering tampil, Prananda memang kalah tenar. Namun banyak kalangan diam-diam mengagumi putra Mega dari suami pertamanya ini, Lettu (Penerbang) Surindro Supjarso.

Kalangan dekatnya mengenal pria yang mempunyai panggilan Uweng ini sebagai sosok yang cerdas, sangat ahli soal Sukarnoisme, ramah, rendah hati, merakyat, tapi tidak suka publisitas dan sangat pendiam. Tidak sedikit yang mengharapkan putra Mega yang sering berada di belakang layar itu akhirnya mau tampil ke depan, menjadi penerus tahta Ibunya menjadi Ketua Umum PD.

Berikut wawancara Majalah Detik dengan Prananda yang oleh beberapa kalangan disebut 'satria piningit' yang sudah disiapkan Megawati, namun belum dimunculkan ke publik.

Bagaimana kondisi Ibu Megawati sekarang beserta keluarga besar setelah ditinggal Bapak Taufiq Kiemas?

Seperti yang Anda lihat sekarang, keluarga kami masih dalam suasana berduka.

Bagaimana Anda pribadi menilai sosok almarhum Taufiq Kiemas?

Yang pasti beliau sosok yang kuat dalam menjalankan keinginannya, dan menanamkan budaya berdemokrasi di dalam keluarga.

Apa pesan-pesan almarhum Taufiq Kiemas kepada anak-anaknya?

Pada prinsipnya pesan yang disampaikan oleh Bapak sebelum wafat tidak ada. Tapi saya sangat meyakini bahwa Bapak tetap ingin mengutamakan dan menjaga kebersamaan keluarga dan tentunya meneruskan perjuangan Bung Karno serta menjaga kehormatan beliau.

Siapa yang akan menggantikan peranan almarhum Taufiq Kiemas sebagai kepala keluarga?

Peran almarhum sebagai pemimpin keluarga tentu tidak akan tergantikan. Bapak dan Ibu merupakan orang tua yang demokratis dalam memimpin keluarga. Kami masing-masing sudah berkeluarga. Kakak tertua saya, Mas Tatam dalam situasi tertentu yang akan menjadi pemimpin keluarga.

Banyak kalangan menilai di antara generasi ketiga Bung Karno, Anda dikenal yang paling keras menjaga ideologi Bung Karno?

Tentunya semua keluarga Bung Karno, khususnya kami generasi ketiga mengetahui dan memahami ajaran Bung Karno, dari cerita keluarga misalnya. Dalam hal ini saya beruntung karena banyak koleksi mengenai Bung Karno, baik dalam bentuk buku dan lain-lain yang saya peroleh, baik secara langsung maupun dengan cara mencari. Dari sana saya berkeyakinan bahwa perjuangan dan cita-cita Bung Karno harus terus hidup di Indonesia, khususnya ideologi Pancasila. Tapi apa benar saya yang paling keras menjaga ideologi Bung Karno? Jangan-jangan salah pertanyaan.

Bagaimana Anda melihat ketokohan Bung Karno baik sebagai kepala negara maupun seorang kakek?

Bagi saya Bung Karno adalah Bapak bangsa Indonesia, Pemimpin Besar Revolusi Indonesia. Bung Karno selama hidup mengabdi dan memperjuangkan Indonesia agar menjadi bangsa yang besar. Tentu saja saya beruntung mempunyai kakek yang bernama Bung Karno. Namun di sisi lain, saya juga harus lebih berhati-hati dalam bersikap dan bertindak, minimal agar tidak merusak nama baik beliau.

Anda disebut sebagai penulis pidato Ibu Mega. Bagaimana proses finalisasi terhadap pidato Ibu Mega? Bagaimana syarat suatu pidato, slogan, ataupun kutipan Bung Karno?

Ini pertanyaan yang saya tunggu. Mengenai pidato Ketua Umum Ibu Megawati, sepenuhnya berdasarkan arahan beliau. Saya hanya membantu beliau mencarikan bahan kutipan pidato yang ingin beliau sampaikan dalam pidato tersebut.

Misalnya, Ibu ingin mendapatkan kutipan Bung Karno, namun beliau lupa kutipan itu ada di buku apa. Karena saya termasuk banyak memiliki koleksi buku-buku Bung Karno, saya membantu mendapatkan kutipan tersebut. Namun kadang kala Ibu juga mengajak berdiskusi mengenai kutipan tersebut pas atau tidak. Kalau sudah begitu baru saya memberikan usulan kutipan Bung Karno yang lain. Dan yang pasti keputusan tetap di tangan beliau.

Megawati sering meminta pendapat Anda dalam hal apa saja? Kenapa Anda tidak pernah muncul di media?

Minta pendapat apa? Kalau di PDIP, saya menjabat sebagai Kepala Ruang Pengendali dan Analisa Situasi DPP PDIP. Tugas saya lebih banyak berkaitan dengan masalah internal partai yang langsung bersentuhan dengan ketua umum.

Anda dikenal sangat merakyat, suka ndlosoran dengan sekuriti, merokok bareng kru sound system. Boleh tahu kenapa?

Ya memang sudah karakter saya begitu.

Sangat sulit mencari tahu mengenai sosok Anda. Apakah sengaja menghindari sorotan media, atau memang tengah dipersiapkan sebagai 'Satria Piningit'?

Kadang kita tidak melihat apa yang ada di depan mata. Mengenai Satria Piningit ya tidak ada (yang) tahu. Biarlah waktu yang berbicara. Pertanyaan itu sebaiknya tidak ditujukan ke saya.

Terakhir, Megawati meminta kaum muda lebih berani maju ke depan daripada generasinya. Sinyal itu untuk Anda atau Puan?

Maaf saya tidak berkenan menjawab pertanyaan ini.

Anda lebih sering berada di balik layar. Dalam kondisi tertentu Anda harus siap maju ke depan khususnya kalau Ibu Mega meminta. Apakah Anda merasa siap bila panggilan itu tiba?

Biarlah waktu yang berbicara.


Sumber



Download Video ABG Telanjang

0 komentar: